MASALAH PENGELOLAAN KEUANGAN ADALAH TUGAS PELAYANAN GEREJAWI
Ini hal menarik. Pelayanan Gereja harus kontekstual dengan persoalan berkembang. Salah satunya peka untuk mendampingi warganya keluar dari Krisis dengan melakukan pencerahan tentang pentingnya pengelolaan keuangan pribadi dan atau pengelolaan keuangan keluarga warga Gereja. Karna bagaimanapun Krisis Ekonomi adalah suatu realita kekinian. Cuma, bukankah krisis ekonomi global dan dampaknya bisa diminimalisir bahkan kita hadapi dengan sistem kelola keuangan yang lebih baik dan terencana. Sehingga kita survive di badai krisis. Untuk itu beberapa hari terakhir sibuk cari2 referensi di internet soal pengelolaan keuangan pribadi. Dari yang saya baca, sebetulnya gampang - gampang susah nanganin masalah keuangan pribadi. Gampangnya kita gak perlu repot buat laporan pertanggungjawaban uang dikemanain dan untuk apa saja, lalu di presentasikan ke rapat, susahnya karena ngerasa duit sendiri lantas terkadang sulit ngontrolnya karna budaya hidup konsuntif, mudah tergiur membelanjakan uang diluar kebutuhan real, lalu akhirnya tersadar ketika keuangannya minus atau terancam.
3. Buat Prioritas.
Daftar sudah dibuat. Dijamin, pasti berderet-deret daftar kebutuhan kita. Iya nggak? nah, prioritas penting untuk mendahulukan atau mengabaikan suatu kebutuhan tertentu. Tapi jangan salah, tidak mudah lho membuat prioritas kebutuhan. Sebuah prioritas dibuat berdasarkan kualifikasi tertentu. Artinya, kebutuhan yang didahulukan atau diabaikan harus memenuhi kualifikasi.
Caranya, buatlah kualifikasi kebutuhan menjadi :
4. Belajar investasi
Invenstasi bersifat luas, dan tidak harus dalam takaran material besar. Sebenarnya, dengan hanya Rp 100.000, Anda sudah bisa berinvestasi. Mungkin yang menjadi pertanyaan berikutnya jenis investasi apa yang cocok untuk Anda?sebelum melakukan investasi ada baiknya anda melakukan banyak tanya2 ke orang sekitar atau konsultasi dulu dengan jasa konsultasi keuangan / akuntan yang bertebar secara online (dan ada yg gratisan) di Internet.
Oke. Tips di atas hanyalah prinsip. Jadi, bisa anda kembangkan sendiri sesuai kebutuhan. Misalnya, bagian kualifikasi kebutuhan, anda bisa membuat sendiri sesuai keadaan diri sendiri. Ingat, kunci dari semua ini adalah jujur pada diri sendiri karena apapun yang anda lakukan terhadap keuangan pribadi anda, tidak ada seorangpun yang peduli atau mengoreksi, apalagi sampai diaudit seperti BPK atau akuntan publik. Jadi, manage yourself financial by honesty or bangkrut!!
Oh ya, seberapa besarpun penghasilan kita harus tetap disyukuri dan berupaya uang itu bermanfaat untuk orang banyak. Pengelolaan managemen keuangan pribadi ini memang harus dilandasi kesadaran diri sendiri dulu untuk mencapai tujuan yang dicapai. Intinya kita harus disiplin dan berupaya ketat mengontrol keinginan kita yang tak terbatas… dan yang namanya keinginan akan selalu beranak pinak nambah terus lagi… lagi… lagi dan lagi… sulit dibendung nah disinilah tetap perlu membentengi diri dgn beberapa konsep diatas. Semoga bermamfaat.












