Showing posts with label Refleksi. Show all posts
Showing posts with label Refleksi. Show all posts

Monday, January 31, 2011

Awal 2011

Siantar,
Medan,
Persiapan,
Pelaksanaan,
B***
Medan,
Persiapan,
Test,
dan akhirnya datang signal positif utk berangkat di awal maret...
Kembali persiapan...
Semoga...

Semuanya kuserahkan pada TUHAN....


Friday, July 23, 2010

MAAF JIKA SMS DI SIANG HARI KU BALAS TENGAH MALAM.

"Kerja adalah cinta, yg ngejawantah
dan jika kau tiada sanggup bekerja dengan cinta,
hanya dengan enggan,
maka lebih baik jika kau meninggalkannya
lalu mengambil tempat di depan gapura candi
meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan sukacita"

dikutip dari "Sang Nabi" karya Khalil Gibran


MAKARIOSISME (Refleksi 4 Tahun 7 Bulan di Melanthon Siregar 111)
Sebuah Catatan dari salah satu Ruangan

(Siantar 23/7/10) Sambil googling terbaca tulisan Khalil Gibran diatas.
Termakna ...
DAN akhirnya ada niat untuk menulis sebuah refleksi khususnya ttg pengalaman pekerjaan 4 tahun lebih terakhir ini.
Di Kantor Pusat HKI adalah penempatan pertama pasca ditahbiskan November 2005. Dan tak kepalang, tugas yang diberikan beragam, mulai Sekretaris bagi ke dua Pimpinan, Mengelola Web Kantor, Pengelolaan Majalah dan e-magazine Kantor, hingga di Komite HIV AIDS. Di ruanganku  hampir tiap pagi diawali "CEREMONI" yang sama, nyalakan Kompiu, ada koran dan ada kopi.. 

Ada banyak hal baru dalam perjalanan usia yg dialami di Kantor, banyak event, banyak perjalanan, banyak tantangan,  banyak orang-orang dan pengalaman baru kurun penempatan pertama ini, (yup... dan tentunya banyak kisah dibalik "dapur" keputusan2, mutasi, penempatan, penyelesaian masalah yg merupakan pengalaman berharga).. Semuanya itu terfilter dalam sebarisan pemaknaan yang di rasakan, berikut diantaranya ;

1, DEDIKASI. Kerja itu harus tuntas dan ikhlas sehingga ada jalinan konvergen dalam tubuh. Ndak terpencar-pencar. Ndak disambi-sambi. Ada proses pembentukan. Ada upaya “naik kelas”. Pekerjaan adalah pelayanan, dan itu semua harus dilakukan secara ikhlas. Ikhlas itu berarti tulus. Ikhlas secara cerdas adalah bagian dari kedewasaan. Kerja keras tidak merendahkan namun malah meninggikan martabat manusia. Dalam kerja dan karyanya itulah manusia mendapatkan sebagian kebahagiaan dan makna hidupnya di dunia ini. Sebaliknya menganggur, bermalas-malas dan berleha-leha, bukanlah hakikat manusia dan hanya akan merendahkan kualitas hidupnya. Kerja juga termakna secara konkret sebagai ibadahku. Terpola : Kantor adalah mimbar ku. Majalah dan kerjaan terkait jurnalisme di kantor adalah mimbarku. Web site adalah mimbarku. Milist adalah mimbarku. Dan pelayanan HIV AIDS juga adalah mimbarku.

2, Setiap pekerjaan memiliki resiko. Resiko itu terjadi dalam proses pelaksanaan pekerjaan. Banyak orang yang bekerja tapi tak menyukai prosesnya. Jika kita seperti itu, maka kita akan selalu merasa tersiksa dalam menjalani prosesnya. Apalagi jika ada masalah dalam proses tersebut, biasanya kita akan merasa sempit. Pikiran kitapun menjadi negatif terhadap lingkungan kerja termasuk orang-orang dikomunitas kerja kita. Pengalaman membuktikan bahwa semestinya kita mau mencoba bersabar dalam menjalani prosesnya. Dan selalu berusaha menanamkan pikiran positif terhadap lingkungan kerja kita dan pekerjaan itu sendiri. Jika kita berhasil berbuat demikian, masalah apapun yang terjadi dapat kita terima dengan lapang dada. Ini memang masalah pikiran dan hati. Ingat kalimat bijak yg ungkapkan jika kita berprasangka buruk, maka alam yang luas akan menjadi begitu sempit. Tapi Jika kita berprasangka baik, maka keadaan diri kitapun akan menjadi baik. Dan masalah sebesar gunungpun akan menjadi seringan kapas.

3. Kegembiraan dalam Spiritualitas Kerja
Jika kita melakukan pekerjaan tanpa rasa senang apalagi cinta, maka kita akan mudah merasa bosan dan lelah. Keseharian kita akan merasa waktu berputar begitu lama menuju akhir pekerjaan. Berbeda jika kita melakukan pekerjaan dengan rasa cinta. Kita akan menikmati pekerjaan itu hingga tak terasa, tiba-tiba waktu menjadi begitu cepat berputar. Makin kusadari bahwa suatu spiritualitas kerja yang makin mendalam dan bermanfaat justru ditandai oleh kegembiraan hati. Kita tidak dapat melaksanakan tanggungjawab pekerjaan dengan optimal. ketika hati kita dipenuhi oleh kebosanan dan tertekan.

Sangat menarik, jstru dunia sekuler pd masa kini mempraktekkan "spiritualitas" kerja, mengutip yang diungkapkan oleh Ashmos and Duchon dalam “Journal of Management Inquiry” dikit banyak disampaikan seperti ne : Suatu tempat kerja, dimana orang mengalami kegembiraan & makna dlm pekerjaannya, merupakan tempat di mana spiritualitas lebih menonjol. Jelasnya, tempat kerja di mana orang melihat dirinya sebagai bagian dari komunitas yg dapat dipercaya, di mana mereka mengalami perkembangan pribadi sebagai bagian dari komunitas, di mana mereka merasa dihargai dan didukung, merupakan sebuah tempat kerja dimana spiritualitas berkembang”. Apalagi jika semua di komunitas kerja itu melakukannya dilandasi aspek hubungan secara vertikal dengan Allah. Hasil dari spiritualitas demikian adalah suatu pekerjaan yang senantiasa dilandasi oleh sukacita. Sebab hakikat pekerjaan senantiasa dihayati sebagai wujud dari anugerah keselamatan Allah. Nah, karena itu pemaknaan tentang spiritualitas kerja tidak lagi tertuju kepada diri sendiri atau nama baik Kantor tetapi secara definitif diarahkan untuk kemuliaan nama Tuhan. Dasar spiritualitasnya adalah, kerja adalah suatu ibadah. Karena itu makna dan hakikat kerja dihayati sebagai sesuatu yang kudus, sebagaimana Allah yang kudus itu tetap bekerja sampai sekarang (Yoh. 5:17). Aku memahami, melalui kerja kita dapat menghadirkan syaloom Allah. Dan sisi lain dari hal ini termakna, memang dalam kerjaan kita tidak harus menyenangkan hati semua orang. Akhirnya akan ada perdebatan, perbedaan pendapat, ketidaksetujuan, penolakan, dan lainnya. Tapi inilah sebuah konsekuensi. Disinilah dituntut kedewasaan berpikir dan berperasaan.

4. Shaloom Dalam Kerja
Dalam bekerja jangan terkena mengidap "chronic discontenment" (ketidakpuasan kronis). Mereka tidak pernah puas, selalu bersikap ambisius, agresif, bersungut-sungut dan berkeluh-kesah. Dan jangan juga memandang pekerjaan atau pelayanan sebagai medan bertempur dan bersaing dimana orang-orang di sekitar sering dianggap hanya sebagai lawan atau pesaing yang berbahaya (apalagi yg berbeda pendapat dgnnya). Ini berbahaya, karena spiritualitas kerja akhirnya akan ter reduksi menjadi semangat bertempur tuk ngalahkan pihak lain. Hasilnya adalah makin maraknya pertikaian dan persaingan dengan berbagai pihak di tempat kerja., di organisasi, bahkan di Gereja sebagai wadah persekutuan. IRONIS. Aku memahami, syaloom Allah pada hakikatnya merupakan inti atau bagian yang utama dari pemaknaan kerja. Selama kita dapat mengalami syaloom, maka apapun pekerjaan yang kita lakukan sesungguhnya merupakan pekerjaan yang diberkati Allah. Sebab di dalam syaloom Allah, kita dapat mengalami kebahagiaan dan sukacita yang tidak dapat diberikan oleh dunia ini.

5. Bertemu dengan orang banyak, lintas disiplin ilmu dan pengalaman, tersimpul juga bahwa Spiritualitas kerja harus dinyatakan dengan pola pandang dan pola hidup (“mind-set”) yang selalu terbuka untuk diperbaharui agar makin memiliki paradigma yang lebih luas dan lebih mulia. Sehingga dengan pembaharuan “mind-set” tersebut kita dimampukan untuk memiliki world-view yg lebar cakupannya. Kita tidak lagi melihat makna pekerjaan secara sempit dan dangkal seperti sekedar cari nafkah, mampu memiliki berbagai fasilitas, mendapat pengakuan, meraih kekuasaan dan mengumpulkan investasi. Tetapi kita melihat kerja sebagai sesuatu yg lebih mulia dan utuh dalam kaitannya dengan makna dan tujuan hidup. Deal..???

6. Di lain pihak bekerja juga senantiasa membutuhkan visi iman agar tindakan kerja yang kita lakukan tetap memiliki tujuan. Sebab segala sesuatu yang tidak mempunyai tujuan dan visi yang jelas cenderung akan berjalan di tempat (stagnan) dan pada gilirannya kreatifitasnya akan mati. Orientasi kehidupan kita selaku umat percaya seharusnya merupakan kehidupan yang visioner, bukan untuk mencapai hal-hal yang sifatnya sementara tapi membangun sesuatu dari kinerja kita (baca membangun perwujutan visi berdasarkan syalom Allah). Tepatnya pekerjaan yang kita lakukan sungguh-sungguh dapat menjadi berkat dan keselamatan bagi banyak orang demi keutuhan ciptaan. Karena itu pekerjaan harus dibalut DOA. TUHAN lah yang kemudian memberkati kita, sehingga tidak akan pernah kering kreativitas; sebaliknya senantiasa kaya inspirasi dan ide yang lebih cemerlang namun efisien. Dan ini harus diimbangi dengan karakter yang bersedia terus-menerus menjadi “pribadi pembelajar” (learning persons) dan diiringi karakter kerendahan hati.

Lantas bagaimana dengan Cinta?
Hmmm, BAGIKU CINTA ADALAH SEBUAH KATA KERJA … oalahh... Kerja lagi kerja lagi, emang gak bisa terlepas dari KATA "KERJA" nih…, hehehe...
untuk yg satu ini, ada banyak kisah dan belum disimpulkan... Minggu lalu ada moment inspiratif buat yg satu ini... SEMOGA….

Ok dh, tx buat rekan yg baca. Semoga menjadi berkat. Tx buat keluarga (maaf jarang mudik ya), buat orang-orang (JELAS terlalu panjang jk disebutkan) yg slama ini disekitarku, sahabat (maaf sms paginya dibalas tengah malam), rekan kerja, jejaring, tx sudah menjadi bagian perjalanan 4 tahun lebih slama kedinasan, kuharap gak kapok... hehehe...
 
Ya udah, jangan hanya "berselancar di internet saja" …, kerja noh... masukkan kekandangnya  bebeknya, mandikan hurjenya noh; manang, cuci tuh kain... hehhe,,.. yg minjam flash kembalikan tuh (kena lw sis’ yut…)….hehehe,...

tx ya . Sukses buat kalian... TUHAN memberkati…

Thursday, July 15, 2010

Kembali Nge-Blog


Eheemm... ternyata cukup lama juga aku gak menulis di blog ini. Hampir lima bulan (lebih) dan akhirnya kangen juga dengan aroma blog.  Sebetulnya dah lama jg sih tangan ini rasanya gatel pengin blog walking, tapi waktu dan kesempatan tidak dapat mendukungnya. Tx buat kawan2 yg nanya kabar "kelanjutan usia" blog ini, kutepatin pun janjiku, sekarang aku ingin balik tumpah ruahkan pikiran ku di blog ini. 
Lama tak nge-blog ternyata cukup bikin bingung mau nulis apa. Ada beberapa sih yg terlintas (seperti bisul imajiner yang ingin meletus) tapi sepertinya pikiranku saat ini masih belum loading menata imajiner ke bentuk kalimat.  Baiknya diawali refleksi  ngapain aja kemaren2..   

x. Dari bulan Februari sampai medio juli energi fokus di Kantor, maklum ...persiapan Sinode HKI ke 59, 11-15 August ini di Mikie Holiday, Berastagi. Belum lagi rutinitas kantor ditambah harus ngelola Majalah dan Web Kantor. Mpe rumah pun dah capek, langsung tidur. Pagi2 dah bangun lagi buat kerja. Haiyah... martandangpun gak sempat,  hehehe ; ). (tx jg buat pengertian kwn2 yg sms paginya dibalas tengah malam...hahahaha..tx complain2nya).

x. Belakangan juga mulai berpikir utk berinvestasi. Berguyon dgn kawan2 mah lebih ke Investasi kehidupan akhirat, wusss, kalo akhirat aja di persiapkan tapi "terancam " di duniakan jg gak bijak. Tuhan  kan berfirman jangan mendirikan bangunan "kehidupan" di atas pasir. Akhirnya disimpulkan perlu berinvestasi sejak dini. Awalnya sih bingung, mo invest dlm bentuk apa, akhirnya aku putuskan untuk ambil dlm bentuk *?!!!?*.... ;)

x. Terlepas dr dunia kerjaan, belakangan jg ada kawan-kawan baru yg hadir, mulai dr orang2 yg pernah kenal di waktu zaman mahasiswa sampe yg benar2 baru. Ada yg  baru mulai karirnya, ada yg mulai eksis, ada yg ex pejabat publik, ada yg masih menjabat, yang berasal dr organisasi/lembaga besar-mayoritas - yg ditengah kongkow banyak cerita narsisnya, pokoknya hebat versinya... saking tingginya seolah bisa nyundul langit, yang tak boleh sembarang orang cengengesan dengannya-dan biasanya gak mau senyum/menyapa sebelum disenyumin atau disapa dulu,  (eehh tp di ranah diskusi kok pade memble...). Ingat ada kawan usil bilang, orang macam begitu itu jejaringnya boleh jadi banyak Py, tapi temennya pasti lebih sedikit, apalagi sahabatnya, konco lain berkata : orang seperti itu hidup dan pikirannya melayang2, diperhadapkan ke realitas langsung "kikuk"... 
Tapi ya udahlah, yang penting ku perkawanan yg tulus, gak usah ikutan menilai seperti konco2 itu, tetap berprinsip : jejaring itu investasi. Kawan2 yg ada ttp harus disyukuri... Setuju? lanjut mang....

x. Lintasan hari lalu juga di warnai proses Pemilukada. Pemilu kada sudah berakhir, ada yang menang, ada yang belum berhasil, dan ada juga yg dalam ranah Bakal Calon (balon) pun  sudah melayang (baca : gagal). Banyak makna yg bisa diambil dari setiap proses pemilu kada di tiap daerah... Tapi yang pasti life must go on... kita hargai setiap hasil, yg complain terhadap hasil silahkan tempuh proses yg udah ditetapkan, yg menang buktikan janji kampanyenya donk.. Tuhan maha melihat dan maha adil untuk mengawasi pasangan terpilih dan Tuhan juga maha Cerdas untuk mencerdaskan rakyat utk kritis melihat kinerja pejabat terpilih...

Di medio Mei saya jg banyak dnger ada yg akun blog  ditutup oleh  pengelola situsnya atau pihak terkait setelah nrima pengaduan, ada juga yang  jejaringsosialnya ter hack ama orang2 iseng . Yah, selamat datang di dunia online. Onliner sejati adalah mereka yang benar-benar siap dengan segala resiko yang timbul apapun itu, dunia online memang bisa dianggap belantara liar yang harus di awasi dan jangan sampai kebablasan dalam ungkapkan ide di blog atau  lalai melindungi privacy akunnya..

Ok d, tx udah berkunjung, dah tengah ari, pamit dulu bro, sis, 
mau balasin email dan  ngapusin spam2 yg ada di email blog ini...

Tx buat teman-teman blogger.. 
Salam sukses selalu… Sukses untuk bisnis - karir - pikiran - kesehatan anda semuanya…
Tetap jadi sahabat buat seluruh ciptaan...

Thursday, June 18, 2009

Survival

Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing. Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan. Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus "puasa".Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus "berpuasa". Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya "kantor" yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetap optimis akan makanan yang dijanjikan Tuhan. Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah. Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan.Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan. Pantes TUHAN mengajarkan kita untuk juga belajar dari burung:Lihat Matius 10:29-31; Lukas 12:6-7; Matius 6:26; Lukas 12:24.
Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga. Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati.
Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari makan. Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu.
Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih.Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing ? Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi? Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa. Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar banyak dari burung dan cacing.
tx bt herman buat posting ilustrasinya. GB u bro. http://www.bethanychurchsydney.org.au/forums/showthread.php?p=654

Tuesday, May 12, 2009

31

BELAJAR UNTUK HIDUP
Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya. Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai ....
Saya belajar,
bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya ....
Saya belajar,
bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali ....
Saya belajar,
bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak haldan kami selalu memiliki waktu terbaik ....
Saya belajar,
bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh, walau dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati ....
Saya belajar,
bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya ....
Saya belajar,
bahwa sebaik-baiknya sahabat itu, mereka pasti pernah melukai perasaan saya.....dan untuk itu saya harus memaafkannya ....
Saya belajar,
bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri...., kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus ....
Saya belajar,
bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya ....
Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat merubah sahabat, tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri ....
Saya belajar,
bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan ....
Saya belajar,
bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda ....
Saya belajar,
bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya ....
Saya belajar,
bahwa tidak ada yang instan atau serba cepat di dunia ini,semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati ....
Saya belajar,
bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atausikap dan emosi itu yang menguasai diri saya ....
Saya belajar,
bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis ....
Saya belajar,
bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai ....
Saya belajar,
bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segeradari kehidupan saya ....
(Anonim)

Missed Call From God

Handphone
Rasanya barang elektronik ini sudah menjadi bawaan wajib bagi setiap yang mampu membelinya. Ada persepsi, tidak punya handphone berarti ketinggalan zaman-tidak mobile. Bahkan banyak orang yang suka gonta-ganti handphone. Dan ada pula yang punya handphone lebih dari satu, kadang seseorang bisa sampai punya 4 atau 5 handphone. Harganya juga bervariasi, dari mulai yang mahal sampai yang murah meriah. Fungsinya juga beragam, dari mulai menelepon, mengirim sms, mengirim mms sampai asisten pribadi. Ini kalau handphone super canggih yang kadang juga disebut PDA (Personal Digital Assistant). Teknologi handphone juga membuat jarak antara manusia menjadi dekat. Sangat dekat malah. Kapan saja kita bisa menghubungi teman, saudara, papa mama atau siapa saja, tentunya kalau mereka mau dihubungi. Kalau tidak, biasanya kita hanya mendapat missed call. Semua orang pasti pernah mendapat missed call saat menghubungi orang lain. Bagaimana perasaan kita saat kita menghubungi orang lain tapi tidak dijawab? Pasti ada rasa tidak puas dan kecewa tentunya. Apalagi kalau ada hal penting yang harus disampaikan secepatnya, wah bisa gondok deh.
Teman-teman…Begitu juga hubungan kita dengan Tuhan. Ibaratkan kita mempunyai handphone khusus yang bisa menghubungkan kita dengan Tuhan Sang Pencipta. Dan di saat-saat kita butuh curhat kita mulai menghubungi Tuhan, kita cerita berjam-jam sampai puas. Kita lepasin semua uneg-uneg kita pada Tuhan. Pulsanya bukan pulsa hemat lagi, tetapi pulsa gratis karna Tuhan yang bayar. Bagi teman penggemar berat handphone, berapa kali kamu mendapat missed call dalam sehari? Banyaknya missed call bisa berarti kamu orang sibuk atau sedang berusaha menghindari orang yang menelepon engkau. Padahal bisa jadi orang tersebut ingin mengatakan sesuatu yang penting.Begitu juga Tuhan.
Pernahkah saudara membayangkan jika saat ini Tuhan sedang berusaha mengatakan sesuatu pada kita, tapi kita berusaha untuk menghindarinya. Tuhan sedang call kita via “handphone” dan mendengar “handphone” kita berbunyi, tetapi kita tidak mau mengangkatnya. Handphone itu terus berbunyi tapi kita tetap gak mau mengangkatnya. Mengapa? Apakah kita sibuk atau kita berusaha untuk menghindari saat Tuhan ingin berbicara pada kita? Apakah kita disibukkan dengan study kita sampai-sampai kita tidak punya waktu untuk mengangkat “handphone” kita? Apakah kita terlalu sibuk dengan aktivitas hidup ini sampai-sampai kita gak sempat bersaat teduh dengan Tuhan? Padahal Tuhan ingin berbicara! Tuhan ingin kita mendengarkan suara-Nya.
Oleh sebab itu, mari, angkatlah “handphone” kamu dan katakan: Tuhan, aku ingin mendengar suara-Mu. Apa yang ingin Engkau sampaikan, sampaikanlah, aku siap mendengarnya. Apa yang menjadi kehendak-Mu untuk aku lakukan hari ini, katakanlah…Selama kita masih mendapat missed call from God, itu berarti Tuhan masih mengasihi kita, IA ingin menyampaikan isi hati-Nya pada kita, IA ingin menyampaaikan kehendak-Nya pada kita, sebab IA mengasihi kita. Sama seperti bapak sayang kepada anaknya, Tuhan pun selalu menginginkan yang terbaik bagi anak-anak-Nya.Teman-teman yang kekasih, inilah saatnya kita tidak akan membiarkan ada satu pun missed called from God. Bagaimana caranya kita mendengar panggilan Tuhan? Saat Roh Kudus mengetuk pintu hati kita, saat itu berarti “handphone” kita sedang berdering. Angkatlah “handphone” itu, sebab itu dari Tuhan, IA ingin berbicara pada kita, ada sesuatu yang ingin IA sampaikan.
Sumber : Joseph Wise (glorianet)

Tuesday, September 02, 2008

Let Your Soul Be Your Pilot

Banyak kesalahan, celaka, perkara (pertikaian fisik non fisik, kriminal, sengketa, hingga korupsi) yang terjadi ketika hati nurani di masing-masing pihak pelaku terabaikan. Nurani yang adalah murni, sering terhimpit oleh ego berwujud nafsu, ketamakan, rasa ingin menguasai, ketinggian hati dll. Sebenarnya Nurani adalah media yang disediakan TUHAN pada tiap manusia untuk mengontrol hidup. Tidak ada edisi ciptaan berwujud manusia yang diciptakan tanpa nurani. Pertanyaannya apakah fungsi control itu di aktifkan atau justru di benam. Firman TUHAN dalam Mazmur 16:7 berkata : "Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku." Pemazmur mengisyaratkan bahwa Allah memakai nurani dalam menasihati, memberi petunjuk akan hidupnya. Jadi bukan berarti kita mengandalkan nurani terlepas dari komunikasi dan kedekatan kita dengan TUHAN. Ini harus berbarengan. Kombinasi dari hal ini akan ada pencerahan hidup, kerendahan hati, sehingga akhirnya kita menjadi pelita yang menerangi. Selamat hidup bersama nurani.
"Let Your Soul Be Your Pilot"
Sting
Let your soul be your pilot
Let your soul guide you
He'll guide you well
When you're down and they're counting
When your secrets all found out
When your troubles take to mounting
When the map you have leads you to doubt
When there's no information
And the compass turns to nowhere that you know well
Let your soul be your pilot
Let your soul guide you
He'll guide you well
When the doctors failed to heal you
When no medicine chest can make you well
When no counsel leads to comfort
When there are no more lies they can tell
No more useless information
And the compass spins
The compass spins between heaven and hell
Let your soul be your pilot
Let your soul guide you
He'll guide you well
And your eyes turn towards the window pane
To the lights upon the hill
The distance seems so strange to you now
And the dark room seems so still
Let your pain be my sorrow
Let your tears be my tears too
Let your courage be my model
That the north you find will be true
When there's no information
And the compass turns to nowhere that you know well
Let your soul be your pilot
Let your soul guide you
Let your soul guide you
Let your soul guide you upon your way...

Thursday, August 28, 2008

Refleksi

.............
Sejak kamu bangun pada pagi hari ini, Aku memperhatikan kamu dan berharap kamu akan segera menyapa-Ku, walaupun cuma beberapa kata saja, atau meminta pendapat-Ku dan bersyukur kepada-Ku atas segala sesuatu yang baik telah terjadi dalam hidupmu kemarin. Tetapi Aku melihat kamu terlalu sibuk mencari-cari pakaianmu yang terbagus untuk bekerja.
Aku menunggu lagi.
Setelah siap, kamu berlari tergesa-gesa, Aku tahu bahwa kamu memiliki waktu beberapa saat untuk berhenti sejenak untuk menyapa-Ku, tetapi kamu masih terlalu sibuk.
Berikutnya, kamu tidak melakukan apa-apa. Kamu hanya duduk saja dengan santai di atas sofa selama 15 menit, Kemudian tiba-tiba kamu beranjak, Aku mengira bahwa kamu hendak berbicara kepada-Ku, tetapi ternyata kamu beranjak hendak menelpon teman-temanmu untuk mengetahui gosip-gosip terbaru.
Setelah itu, kamu pun berangkat dari rumah untuk segera bekerja dan Aku masih menunggumu sepanjang hari dengan sabar.
Dengan segala aktifitasmu yang sangat padat, Aku kira kamu masih tidak sempat untuk sekedar menyapa-Ku.
Pada tengah hari. sebelum kamu menyantap makan siangmu, Aku melihat kamu menoleh ke kiri dan ke kanan, mungkin kamu merasa malu untuk berbicara kepada-Ku, maka dari itu kamu tidak menundukkan kepala padahal kamu sudah melihat beberapa teman-temanmu berbicara kepada-Ku terlebih dahulu sebelum mereka menyantap makanan mereka, tetapi kamu tidak...
Tidak apa-apa...
Setelah sore tiba, kamu pulang ke rumah. Masih ada waktu yang tersedia, Aku masih berharap kamu untuk menyapa-Ku. Ternyata masih banyak pekerjaan yang harus kamu selesaikan di rumah. Setelah selesai, kamu menghidupkan TV. Aku tidak tahu kamu suka menonton acara-acara di televisi atau tidak, hanya saja kamu kerap kali menghabiskan banyak waktu di depannya, tanpa memikirkan apa-apa kecuali menonton setiap acara yang ada sambil menikmati cemilan. Kembali Aku menunggu dengan sabar.
Tetapi kamu masih saja tidak menyapa-Ku.Tibalah waktu untuk tidur bagimu, tentunya kamu sudah merasa sangat lelah sepanjang hari ini. Kemudian kamu pun langsung tertidur dengan pulasnya. Tidak apa-apa karena mungkin kamu tidak menyadari bahwa Aku ini selalu ada disekitarmu.
Aku mempunyai kesabaran dan kelembutan lebih daripada yang dapat kamu ketahui. Bahkan Aku ingin sekali mengajarmu bagaimana untuk bersabar dan bersikap lembut kepada orang-orang di sekitarmu dengan baik.
Aku sangat mengasihi kamu. Setiap hari Aku menunggu tundukan kepalamu atau doa-doamu atau ungkapan terima kasih dari dalam hatimu.
Seperti kemarin-kemarin, kamu bangun dari tidurmu dan kembali Aku menunggu dengan penuh kasih setia dan berharap pada hari ini kamu paling tidak akan memberikan sedikit waktu untuk-Ku....
Aku memberkatimu!
_________________________
tahun ke bulan ke minggu ke hari - tak pernah jemu membaca ilustrasi ini,
mari memaknai - semoga menjadi berkat.
Maha Mulia Kasih TUHAN YESUS.

Tuesday, August 26, 2008

Hening

Belakangan ini kembali aku merasakan betapa berharganya sebuah keheningan. Bayangkan saja, semenjak manusia lahir, selalu saja ada hiruk pikuk yang secara terus menerus hadir di pikiran. Hiruk pikuk itu tidak pernah pergi bahkan ketika kita tertidur atau berada sendiri sekalipun. Sebuah hiruk pikuk yang menyelubungi diri kita hingga kita berhenti mendengarkan. Dan bahkan ketika kita berhenti, kita masih tetap mendengar hiruk pikuk itu dan tidak merasakan keheningan. Hiruk pikuk bagaimana penilaian orang-2 terhadap kita, hiruk pikuk peristiwa sekitar, hingga hiruk pikuk pikiran apa yang harus kita kerjakan, bagaimana mendapatkan pengakuan dari orang lain baik dipekerjaan, lingkungan hingga keluarga, dll. Pekerjaan dan aktifitas keseharian sering menghalau keheningan yang datang untuk berbicara pada kita, tapi atas nama lelah, ingin tidur, ada deadline, keriuhan diantara teman2, keheningan itu dibungkam.
Fakta memang, setiap manusia membutuhkan dan mencari kedamaian, ketenangan. Bekerja-berprestasi jika ditelaah adalah untuk mengatasi kebutuhan itu. Namun kita sering mencarinya lewat aktifitas pikiran manusia yang tergesa-gesa dan tidak berguna. Manusia telah menjadi ahli dalam menciptakan kesenangan dan kepuasan perasaan, namun kesenangan dan kepuasan itu hanya di permukaanya saja sehingga tidak kekal atau nyata. Kita menyenangkan pikiran kita dengan mainan baru, pemandangan baru, unlimited work', kesenangan baru, aktifitas "baru", tetapi jarang sekali dari kesemuanya itu yang merupakan kedamaian nyata. Kita hanyut dalam arus lingkaran semu hidup, tanpa bisa benar-2 menikmatinya.
Karenanya, hal yang paling berharga untuk dicari adalah ketenangan dan keheningan. Dalam keheningan, kita akan diajak berbicara tentang hal-2 yang selama ini mungkin kita tolak untuk dibicarakan karena menyakitkan. Ingatlah, justru itulah yang menuntun kita kepada kedamaian hidup dan apa seharusnya yg dilakukan. Kedamaian ini tidak bergantung pada keadaan eksternal. Dalam prosesnya, berada dalam suasana hening akan memusatkan ketidakseimbangan yang ada pada kita, tentang siapa diri kita tentang apakah kita serta mengapa kita disini, menelanjangi tiap kekeliruan dalam hidup, keheningan membawa penyesalan akan kejadian lampau dimana kita mungkin telah menyakitkan perasaan orang lain, keheningan menyadarkan benarkah ditengah kesibukan kita telah mengabaikan orang-2 yg justru mendoakan dan mencintai kita dgn tulus, keheningan menghempaskan keangkuhan kita, keheningan menyadarkan kita bahwa semua yang ada pada kita termasuk kemampuan untuk hidup dan berindera adalah hanya karena TUHAN, keheningan menerima kenyataan akan sebuah kegagalan atau keberhasilan, keheningan membuka topeng dan kemunafikan, keheningan memuntahkan dusta,
Kadang-kadang kita dapat menyadari kebesaran Tuhan ketika kita diam. Hening adalah suatu ekspresi penghormatan yang tepat, karena Tuhan juga berbicara kepada kita dengan suara yang hening. Keheningan merawat dan menyalakan kerinduan kita untuk Tuhan.
luar biasa jika keheningan di hayati...
Dalam Keheningan Datanglah Pengertian - Dalam Pengertian Datanglah Kebijaksanaan - Dalam Kebijaksanaan Datanglah Perbuatan Yang Tepat.

Tuesday, March 18, 2008

Selamat Paskah

Salam PASKAH.
Terkadang Visual lebih banyak & tepat berbicara tentang suatu hal.
Ketika materialisme dan keindividuan mulai merajai pikiran banyak orang, ketika setiap orang mulai hanya memikirkan dirinya sendiri, ketika ekonomi menjadi ukuran memandang dan menilai seseorang, saat itulah korban kekerasan ekonomi, ketidak pedulian sosial, dan kemerosotan terhadap nilai kemanusia terjadi. Paskah mengajarkan KASIH sebagai Amanah bagi Orang Percaya. Kasih yang lintas batas kesukuan, ras, dan latar belakang lainnya. Kasih ikhlas yang lahir dari iman, bagi mereka yang membutuhkan pertolongan kita yang notabene ada disekitar kita. Mari tidak menutup mata dan menjadi saluran berkat dan lilin kecil yang menerangi dimana kita berada.
Firman TUHAN berkata :
Matius 25:35-40 : "Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku".
Yesaya 58:6-8 : "..... Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu."
Salam PASKAH.
Salam KASIH yang memberdayakan.
Salam Tekat menjadi BERKAT bagi sesama.
Salam DAMAI yang dari pada TUHAN YESUS.
Pdt. Happy Pakpahan