Showing posts with label Bumi. Show all posts
Showing posts with label Bumi. Show all posts

Tuesday, August 12, 2008

Living Green

Happy Green
Thanks to Al Gore and other environmentalists the concern of global warming is rapidly growing throughout the world, mostly in the West. In America, for example, people talk this issue every day. At bookstores people are reading books and magazines giving them instructions how to be green and be part of a global movement to save the earth. As a response to public awareness, industries are helping their customers to become greener and greener. Supermarkets are stocking their shelves with organic and eco-friendly products. Whole Foods Market, the world’s leading retailer of natural and organic food, is growing fast by giving its customers a promise that the food they buy will help saving the earth. Despite the fact that U.S. government is still unwilling to sign the Kyoto Protocol, every day new organic products are filling supermarkets’ stock lists in America. Now they have organic apple, organic bread, organic burgers, organic lipstick, and a bunch of other organic products. Someone once told me that organic chicken tastes better than the regular chicken. I got confused and complained, “How could that be?” She explained that an organic chicken is fed only with organic grains, never given any antibiotics and hormones, and raised in a stress-free environment. Now I know that a happy chicken tastes better. I later added, “We have that kind of chicken in our country too, it’s called ayam kampung.” On my first visit to Market a cashier asked me when I was preparing to swipe my card, “Paper or plastic?” Looking like a fool I responded bluntly, “I don’t understand. I don’t want to buy paper or plastic, that will be all.” Later I found out that she was asking me whether I wanted to have a plastic bag or a paper bag. The paper bag is considered eco-friendly since it’s recyclable. But, Whole Foods Market is doing further now by not asking that kind of question again. They have sacked all their plastic bags and only provide their consumers with paper and reusable bags. h. The reason Foods Market implements this strategy is because the company claims it’s what their consumers demand and more importantly is the fact that a disposable plastic bag takes more than a thousand years to break down in a landfill. A thousand years for a plastic bag! That’s huge. But now, what does it mean that we should be green? Is dumping plastic bags enough to stop the global warming? And does buying organic food and other eco-friendly products will actually help this earth? Or is it just another trend like other frenzies that will always come and go? Are we really sincere in helping this earth when we buy an organic milk or locally planted fruits? Whatever the reason is, it is important to understand that the issue of global warming is something real and needs to be taken seriously by every living person in this world, including Indonesians. The discussion of global warming is not merely about how organic our food is or how much we can disassociate ourselves from plastic bags but also how we can solve the energy crisis and other issues too. I know it’s not easy for most Indonesians to be concerned in this matter since they are struggling hard just to find food to eat. Indonesians who live in small cities and villages, for example, know exactly how the environment is part of their lives. But when they have to choose between saving the earth or having no food to eat, the result is something that all environmentalists don’t wish to dream about. It is sad to know that according to Time’s Michael Grunwald in his recent article “The Clean Energy Scam” Indonesia is the third world’s top carbon emitter due to its deforestation. The irony is, most trees are cut down because investors backed by politicians and local governments are pouring their money into the palm oil industry in the name of biofuels. And while many politicians believe that biofuels might be the answer for the energy crisis, not many people know that biofuels are actually making things worse. Saving the earth is not an easy job. Relying this issue entirely on our central government is certainly not enough. Every one of us has to be creative and sincere. Making sure that your own environment is clean is good, but it’s not enough. The earth wants you to spread the news that saving the earth is not just something cool but it’s a must. It’s time for us to be green.

Sunday, June 22, 2008

Ada apa dengan Krisis Pangan Global ?

Krisis Pangan Global dan Ancaman Bagi Indonesia Krisis pangan global dirasakan dampaknya oleh seluruh negara melalui berbagai macam bentuk. Walaupun krisis pangan baru terasa nyata pada saat ini, tetapi prosesnya berlangsung lama seiring dengan berkembangnya sistem penyediaan pangan yang berorientasi akumulasi kapital secara global. Saat pangan diperlakukan seperti komoditas pada umumnya dan bukan sebagai hak dasar manusia untuk hidup, maka orientasinya akan berubah sesuai kecenderungan pasar. Dimana bahan pangan dengan permintaan tinggi akan diutamakan dengan mengabaikan dampaknya terhadap ketahanan pangan. Krisis pangan pada saat ini terjadi dalam kaitannya dengan harga yang tinggi untuk beberapa bahan pangan, yaitu gandum, kedelai, beras, jagung, produk turunan susu, dan tanaman untuk minyak dan daging.Penyebab kenaikan harga tidak sama untuk beberapa bahan pangan, dan dijelaskan sebagai berikut:
1. Harga pangan naik karena kompetisi dengan pangan/komoditi yang lebih menguntungkan.
a. Tingginya harga bahan bakar fosil global mendorong pencarian alternatif dan termasuk di dalamnya agrofuel. Agrofuel yang diminati saat ini adalah Jagung, Tebu, Sawit, Rapeseed. Efisiensi Jagung untuk bahan bakar mendorong Amerika menurunkan 15% produksi kedelai dan menggantinya ke Jagung. Penurunan ini menyebabkan kenaikan harga yang nyata dan menghantam negara pengimpor kedelai dari Amerika. Indonesia mengimpor sebanyak 64% kedelai dari Amerika (Deptan, 2007) dan penurunan suplai melumpuhkan lebih pengrajin tempe dan kedelai.
b. Perubahan pola konsumsi, yaitu peningkatan kebutuhan daging.Beberapa Negara berkembang dengan penduduk tinggi seperti India dan China, perubahan konsumsi daging/kapita menyebabkan kenaikan harga daging, dan dampaknya menaikkan beberapa harga biji-bijian sebagai pakan.
2. Kenaikan harga pangan karena tingginya harga bahan bakar fosil. Dengan perdagangan pangan antar Negara, benua, samudra biaya transportasi akan menyebabkan naiknya harga pangan. Sebagai contoh, rata-rata jarak yang ditempuh oleh gandum pada saat diimpor adalah 3885 Km atau mendekati 4 kali panjang pulau jawa http://www.localfooddirectory.ca/foodshed/geobrowser)
3. Kenaikan harga pangan karena prioritas kebutuhan dalam negeri.Hal ini terjadi untuk beras, ketika eksportir ke-2 dan ke-3 terbesar di dunia, yaitu Vietnam dan India memutuskan untuk mengurangi jumlah ekspor.
4. Harga bahan bakar yang meningkat tinggi menuntut pencarian sumber alternatif yang lebih murah dengan meningkatkan agrofuel. Secara beruntun kompetisi agrofuel menyisihkan jumlah produksi untuk pangan sehingga harga pangan turut naik. Selain itu, pola penyediaan pangan yang berjalan melalui intensitas pertukaran yang tinggi dan jarak yang jauh menyebabkan harga pangan turut naik sebagai konsekuensi ongkos produksi.
Implikasi tingginya konsumsi daging
Sebagai gambaran, secara global perbandingan lahan yang digunakan untuk peternakan sekitar 25 kali lipat luas untuk tanaman, sedangkan hasil sereal atau biji-bijian mencapai hampir 9 kali lipat produksi daging yang dihasilkan (UN Food Outlook, Mei 2008). Atau untuk memenuhi kebutuhan daging seorang Kanada selama setahuan dibutuhkan 4,6 kali lipat lapangan bola (1,6 Ha), dibandingkan dengan beberapa negara berkembang yang dapat mencukupi kebutuhan karbohidrat satu orang dengan 0.2 Ha. (IDRC 2007 di http://www.idrc.ca/en/ev-30610-201-1-DO_TOPIC.html). Ilustrasi untuk jumlah air yang dibutuhkan: 1 kg gandum = 1000-2000 l air; 1 kg daging sapi = 10.000-13.000 l air.
Dengan gambaran ini bisa dibayangkan ketika permintaan daging dari China dan India meningkat, maka semakin banyak bahan pangan yang dijadikan pakan, karena memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Sejak tahun 1985 konsumsi daging di China meningkat dari 20% menjadi 50% terhadap porsi diet.
Secara konseptual dan visi dunia, agrikultur dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh umat manusia. Tetapi kenyataannya pangan sekedar komoditi dimana faktor-faktor penyetirnya adalah fungsi ekonomi. Pangan sebagai hak dasar sehingga kelaparan harus dihilangkan menjadi visi yang ditinggalkan. Kelaparan modern pasca 1700 memperlihatkan bahwa kelaparan justru disebabkan karena kebijakan yang tidak memprioritaskan keselamatan rakyatnya. Kelaparan Irish 1845-1849 terjadi setelah makanan dikirim ke Inggris yang mampu membayar lebih, begitu juga dengan kelaparan 1973 di Ethiopia. Kelaparan terbesar dalam abad 20 terjadi di China pada tahun 1958-61 dimana 20 juta orang meninggal, dan ini disebabkan kebijakan China untuk meninggalkan pertanian dan beralih sebagian ke industri baja.
Daftar kelaparan lain selama abad 20 dilatarbelakangi oleh terjadinya perang.
Dari gambaran di atas terlihat bahwa kelaparan modern terjadi untuk sebab-sebab yang dapat dihindari. Sistem produksi-konsumsi pangan dikontrol oleh pasar menyebabkan orientasi produksi bukan untuk pemenuhan hak manusia, melainkan untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya.
Krisis pangan Indonesia
Terhadap kenaikan harga global, harga pangan di Indonesia cenderung lebih stabil kecuali untuk minyak goreng dan kedelai. Bila Indonesia impor, maka ancaman di depan mata adalah kenaikan harga beras akibat kenaikan harga global 133% dalam periode januari-mei 2008 (FAO: Food Outlook, Mei 2008). Tetapi yang pasti terjadi adalah kenaikan harga pangan, termasuk beras pasca-kenaikan BBM.
Beras
Harga beras dalam negeri cenderung lebih stabil dibandingkan kenaikan harga global. Saat ini Indonesia masih terbilang aman soal beras, karena produksi hingga saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan nasional, bahkan sedikit surplus.
Kondisi surplus dan tingginya harga beras menjadi godaan untuk ekspor walaupun dengan ketetapan hanya bila stok mencapai 3 juta ton. Melihat kecenderungan impor Indonesia dengan variasi yang sangat tinggi, ekspor pada saat ini sangat berisiko. Indonesia tidak bisa mengekspor beras, bahkan jika cadangan mencapai 3 juta ton, seperti yang disyaratkan oleh pemerintah. Harga beras global naik disebabkan dua negara pengekspor utama beras, yaitu Vietnam dan India memutuskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya terlebih dahulu.
Tekanan peningkatan konsumsi, penurunan kualitas lahan, konversi lahan pertanian ke non-pertanian dan perubahan iklim mendorong orientasi lebih ke dalam negeri. Sebab tersebut tidak akan menjadi lebih baik dalam waktu dekat ini, bahkan diperkirakan harga beras akan terus tinggi hingga 10 tahun mendatang (OECD, FAO dan FAPRI[1]: Agriculture commodity market outlook 2007-2016). FAPRI dalam[2] laporan yang sama memperkirakan bahwa Indonesia akan tetap mengimpor beras pada 2008 walaupun di bawah satu juta ton, dibandingkan pada tahun 2007 dengan angka impor mencapai 1,8 juta ton. Dari faktor perubahan iklim saja disebutkan dalam laporan ke-4 IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) bahwa luas lahan pertanian global akan menurun seper enamnya. Saat ini, beberapa daerah produsen beras utama Indonesia, seperti wilayah Pantura (Indramayu dan Cirebon) sedang mengalami kekeringan yang dapat membahayakan pasokan pangan nasional.
Walaupun pemerintah secara resmi menyebutkan bahwa hingga saat ini Indonesia diperkirakan dapat memenuhi target nasional. Tetapi, ketidakpastian cuaca menuntut kita untuk tidak terlalu optimis. Cadangan nasional harus terus diamankan dengan tidak melakukan ekspor. Sebagai catatan hingga tahun 2005 Indonesia masih melakukan ekspor (Statistik Deptan) beras walaupun dengan jumlah sedikit.
Minyak Goreng
Minyak goreng berasal dari minyak kelapa sawit, dimana Indonesia adalah penghasil pertama di dunia. Produksi Indonesia menyumbang 43% sawit dunia dengan porsi ekspor sebesar 73% dan konsumsi dalam negeri hanya 27%. Hal ini memperlihatkan ironi saat terjadi kenaikan harga minyak goreng dalam negeri hingga 100%. Penyebab utama kenaikan disinyalir karna penimbunan dan secara skematis harga dibangun untuk mengikuti harga pasar. Perbedaaan yang mencolok akan mendorong penjualan keluar negri dibanding untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Di sini peran pemerintah untuk mengontrol distribusi, harga konsumen, dan memastikan akses masyarakat harus dijalankan.
Sumber : http://www.walhi.or.id

Tips & Trik (lagi)

Tips for selecting energy-efficient products The Jakarta Post , Jakarta
Various kinds of ""green"" products, including home appliances, are now available on the market amid an increasing awareness of using environmentally friendly products.
Green products are gaining popularity because they use less energy and thus help reduce air pollution and conserve natural resources.
Not many people, however, are well-informed about how to choose, for instance, energy-efficient refrigerators and how to use home appliances so that they do not negatively affect the environment. Below are some green tips taken from www.greenhome.com on environmentally friendly appliances and efficient methods of use.
Refrigerators - Choose the best model of a refrigerator that uses only half the energy of models that passes the Minimum Energy Performance Standard (MEPS). - Decide on the size, type and features you want; do not buy a refrigerator that is too big for your needs. If you are not keeping your fridge at least two-thirds full or your freezer at least three-quarters full, it is probably too big for your needs. - Make sure you check the energy label. Generally, the larger the refrigerator, the greater the energy consumption. - Two-door refrigerators with a top or bottom freezer are generally more efficient than side-by-side models -- check the stars and energy consumption rate. - Manual defrost models tend to use less energy than frost-free, or automatic defrost, models, but must be defrosted periodically to remain energy-efficient. However, the best frost-free models are now as good as manual defrost models -- check the energy label!
Washing machines/dryers - Avoid using energy-hungry dryers. Old-fashioned clotheslines utilizing sun and wind still produce the freshest smelling clothes, without the need for perfumes to simulate the experience. - The laundry room should be separated from living spaces and supplied with both an exhaust fan and an intake for fresh air, as laundry products can be extraordinarily toxic. Heat and moisture from laundry can breed harmful molds, if not properly vented.
Dishwashers - Look for energy/water consumption specifications before choosing. Many cheap domestic machines use too much water and too much electricity and make too much noise while spewing toxic perfumes and chemical odors from detergents and drying agents indoors. - Residues from perfumes, phosphates and surfactants contribute to the overload in sewage treatment facilities and contamination of groundwater. A better job can sometimes be done hand-washing in a double basin using safe soap. - Some commercial dish washing machines are capable of doing a better job in a shorter time with less water and energy.
Komputer “Jangkrik” Kualitas Branded
Pada intinya, komputer branded itu sama saja seperti komputer jangkrik. Komponennya banyak yang diambil dari supplier komponen komputer umum juga. Malah dalam beberapa kasus, saya pernah menemukan komponen komputer branded yang kualitasnya jelek.
Kuncinya adalah pada komponen-komponennya. Kalau kita bisa memilih perangkat-perangkat yang berkualitas, maka komputer “jangkrik” kita akan menjadi jauh lebih bagus daripada komputer branded yang harganya lebih mahal!
Beberapa perangkat yang perlu kita perhatikan pada komputer jangkrik standar:
Power supply: Ini biang kerok #1 penyebab jeleknya reputasi komputer jangkrik. Bayangkan, komputer baru Anda, fully customized dengan prosesor terbaru, memory berlimpah ruah, hard disk dengan kapasitas terbesar, card 3D paling cepat — namun, power supply nya seharga Rp 50.000. Mabok gak sih? :)
Komputer dengan power supply kacangan begini biasanya jarang berumur lebih dari satu tahun. Power supplynya biasanya adalah yang pertama kali rusak, namun karena kita tidak tahu, maka dia terus men supply daya dalam jumlah yang keliru/kualitas yang buruk ke komputer kita. Yang kemudian kita ketahui adalah kok memory kita rusak? Hard disk jebol? prosesor hangus? “Dasar komputer jangkrik!”, mungkin itu serapah kita.Sedangkan biang keroknya justru selamat dari kekesalan kita, dan terus saja merusak komponen-komponen komputer kita.
Setiap kali saya membeli komputer jangkrik, yang pertama kali saya ganti adalah power supply nya. Saya pribadi bisa merekomendasikan merk Cooler Master, karena harganya yang terjangkau dan kualitasnya prima. Tapi ini memang agak sulit untuk ditemukan, sebagai gantinya bisa juga Enlight atau merk lainnya.
Kipas : Komputer zaman sekarang cenderung menghasilkan panas dalam jumlah besar, dan pada komputer “jangkrik”, biasanya hanya menggunakan kipas-kipas pendingan seharga Rp 10.000. Yay :) Ganti segera kipas-kipas tersebut dengan yang lebih berkualitas. Pastikan bahwa kipas pengganti tersebut ada sensornya, sehingga kalau rusak bisa segera kita ketahui dari software pendeteksi sensor tersebut. Tambahkan kipas pendingin untuk hard disk — temperatur yang lebih dingin akan membantu memperpanjang umur hard disk Anda. Juga, pastikan bahwa kita bisa mendeteksi kipas di power supply — seringkali rusaknya power supply adalah karena kipas pendinginnya yang sudah almarhum.
Motherboard: penggunaan motherboard berkualitas baik dapat membuat Anda menikmati komputer Anda sampai lebih dari 5 tahun tanpa masalah. Ada 2 faktor yang yang perlu dipertimbangkan; ruang untuk upgrade (berapa banyak slot perangkat keras & slot memory yang ada ?), dan kualitas motherboard itu sendiri (jumlah layer motherboard? proses engineeringnya? kualitas komponen2nya?) namun yang terakhir ini agak sulit diketahui, kecuali dari berbagai forum hardware di internet.
Hard disk: Pilih yang paling dingin, paling cepat, dan paling besar kapasitasnya. Mudah ya? He he. Selain itu, saya pribadi juga sering membeli kipas pendingin hard disk — menyedot udara luar ke dalam, sekaligus lebih mendinginkan lagi hard disk komputer kita.
Casing : Pilih yang bagus. Lho ya betul tho, kebanyakan orang memang tidak paham isi “jerohan” komputer Anda. Casing yang bagus akan membantu membentuk persepsi bahwa “wah komputer Anda tidak kalah dengan komputer branded lho!”. Istilahnya para filosofer - “cantik luar dalam” :) Dan casing yang bagus sekarang ini tidak selalu mahal harganya. Kalau perlu, berburu casing dulu, baru kemudian membeli komponen-komponen komputer lainnya. Keyboard & Mouse: Demi kenyamanan Anda sendiri, jangan pakai yang murahan ! Kalau Anda tidak minta, maka penjual komputer akan memberikan keybaord kacangan seharga Rp 25.000 & mouse “cemen” seharga Rp 10.000. Sayangi tangan Anda. Saya selalu berusaha mencari keyboard merk IBM. Kualitas dijamin nomor wahid. Tapi ini sulit untuk ditemukan. Alternatifnya, merk Microsoft atau Logitech juga cukup baik. Harganya pun juga sudah jauh lebih murah dibandingkan beberapa tahun yang lalu.
Saya kira inilah berbagai faktor yang sebenarnya membedakan komputer branded dengan kebanyakan komputer “jangkrik”. Jika Anda memperhatikan hal-hal ini ketika membeli komputer, maka komputer jangkrik Anda bisa menjadi jauh lebih bagus daripada komputer branded; tanpa membobol dompet Anda. Selamat berbelanja!
Sumber : harry Cetak Gambar Latar E-Mail Anda ingin mencetak e-mail yang punya latar belakang berupa gambar atau foto? Gampang, Pengubahan setelannya bisa dilakukan dari Internet Explorer.
Klik menu Tools, pilih Internet Options, dan klik tab Advanced.
Temui bagian Printing dan klik tanda cek pada “Print background images and colors”. Klik OK. Anda bisa kembali ke Outlook Express untuk mencetak e-mail.
Sumber : boedi putra

Friday, May 02, 2008

Together as ONE we can make a difference!

About ONE < http://www.one.org/ >
ONE is Americans of all beliefs and every walk of life - united as ONE - to help make poverty history. We are a campaign of over 2.4 million people and growing from all 50 states and over 100 of America's most well-known and respected non-profit, advocacy and humanitarian organizations. As ONE, we are raising public awareness about the issues of global poverty, hunger, disease and efforts to fight such problems in the world's poorest countries.
As ONE, we are asking our leaders to do more to fight the emergency of global AIDS and extreme poverty. ONE believes that allocating more of the U.S. budget toward providing basic needs like health, education, clean water and food would transform the futures and hopes of an entire generation in the world's poorest countries.ONE is nonpartisan; there's only one side in the fight against global AIDS and extreme poverty.
Working on the ground in communities, colleges and churches across the United States, ONE members both educate and ask America's leaders to increase efforts to fight global AIDS and extreme poverty, from the U.S. budget and presidential elections to specific legislation on debt cancellation, increasing effective international assistance, making trade fair, and fighting corruption.
Everyone can join the fight. The goal of ending poverty may seem lofty, but it is within our reach if we take action together as one. You can start now by joining ONE and pledging your voice to the fight against extreme poverty and global AIDS.
.
About The ONE Campaign
The ONE Campaign seeks to raise public awareness about the issues of global poverty, hunger, disease and efforts to fight such problems in developing countries. In furtherance of these purposes, the ONE Campaign will :
Mobilize people from all 50 states and America's leading non-profit, advocacy and humanitarian organizations to expand awareness of these issues Publish educational information about the impact of overseas development assistance and reformation of unfair international trade regimes on global poverty, hunger and disease Raise awareness about and promote the framework of the Millennium Development Goals to eradicate poverty and improve public health and education.
The ONE Campaign is organized and operated exclusively for charitable and educational purposes within the meaning of Section 501(c)(3) of the Internal Revenue Code of 1986. About ONE Action ONE Action seeks to raise public awareness about the issues of global poverty, hunger and disease and to ask our leaders to do more to fight these problems in developing countries. ONE Action - with the support of individuals and other advocacy organizations - will advocate for an increase in the United States federal budget in overseas development assistance including increased funding for the prevention and treatment of diseases in developing countries, implementation of debt relief for poor countries and promotion of more equitable international trade regimes.
ONE believes that allocating more of the U.S. budget toward providing basic needs like health, education, clean water and food would transform the futures and hopes of an entire generation in the world's poorest countries.
ONE Action will also seek to increase efforts to fight global AIDS and extreme poverty by advocating for legislation on debt cancellation, increasing effective international assistance, making trade fair, and fighting corruption.ONE Action is organized and operated exclusively for the promotion of social welfare within the meaning of Section 501(c)(4) of the Internal Revenue Code.
Joint With One.Org
I've just signed the ONE Declaration committing myself to help fight the emergency of global AIDS and extreme poverty.I'm asking you to make that commitment, too, by adding your voice.
I think your name belongs on that declaration, too. You can put it there by visiting:http://www.one.org/declare/ONE is a new effort by Americans to rally Americans - one by one.
So far, over two million have signed the declaration in support of a historic pact for compassion and justice to help the poorest people of the world.
Together as ONE we can make a difference!
Thanks!
With Best Regards.
Rev. Happy Pakpahan
Private Web Blog :

Monday, April 21, 2008

Earth Day 2008

"Selamatkan" Bumi dengan Tanganmu! ”Pemulihan Keadilan Ekologis sebagai bagian tanggung jawab Beriman” Berita tentang turunnya permukaan tanah di Jakarta, pemanasan Global, banjir, longsor, kebakaran hutan, kekeringan, rendahnya kualitas air bersih, munculnya berbagai penyakit kulit, dan peristiwa lain hendaknya menjadi signal yang punya makna bagi kita untuk lebih memperhatikan Bumi dimana kita berpijak. Tanggung jawab pemeliharaan Bumi adalah tanggung jawab semua pihak, karena dampak kerusakan lingkungan pasti akan terkena langsung bagi semua manusia dan mahluk yang ada dibumi ini (termasuk anda tentunya). Karena itu pada peringatan Hari Bumi Tahun 2008 ini (21 Maret 2008/sebagian memperingatinya 22 April 2008) saya ingin mengajak anda untuk lebih peduli pada pemeliharaan lingkungan dimana anda berada. Berikut beberapa isu lingkungan yang menjadi perhatian kita (sumber http://www.walhi.or.id/ ). Air Air merupakan sumber kehidupan. Namun demikian, saat ini masalah air di Indonesia merupakan permasalahan yang kronik dan pelik, mulai dari peristiwa banjir sampai kekeringan. Wilayah Indonesia, menurut LIPI, memiliki 6% dari persediaan air dunia atau sekitar 21% persediaan air Asia Pasifik. Namun demikian, kelangkaan dan kesulitan mendapatkan air bersih dan layak pakai menjadi permasalahan yang mulai muncul di banyak tempat dan semakin mendesak dari tahun ke tahun. Kecenderungan konsumsi air naik secara eksponensial, sedangkan ketersediaan air bersih cenderung melambat akibat kerusakan alam dan pencemaran, yaitu diperkirakan sebesar 15-35% per kapita per tahun. Dengan demikian di Indonesia, dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 200 juta, kebutuhan air bersih menjadi semakin mendesak. Energi Kegiatan pembangunan di Indonesia mengarah kepada industrialisasi, sehingga energi menjadi isu utama dan penting dalam kerangka menunjang model pembangunan tersebut. Krisis energi, terutama listrik, yang pernah terjadi menjelang akhir abad ke-20 mengisyaratkan bahwa suplai energi listrik tidak dapat mengimbangi tingginya laju permintaan. Dan pemakaian energi yang semakin banyak turut andil dalam Pemanasan Global. Hutan Indonesia memiliki 10% hutan tropis dunia yang masih tersisa. Hutan Indonesia memiliki 12% dari jumlah spesies binatang menyusui/mamalia, pemilik 16% spesies binatang reptil dan ampibi, 1.519 spesies burung dan 25% dari spesies ikan dunia. Sebagian diantaranya adalah endemik atau hanya dapat ditemui di daerah tersebut. Selain itu, hutan Indonesia merupakan rumah bagi puluhan kelompok masyarakat adat yang telah mendiami dan menjaganya selama ratusan tahun. Namun jumlah tersebut terus menyusut seiring dengan menghilangnya hutan kita dengan kecepatan yang luar biasa. Bagaimana ini bisa terjadi? Pesisir dan Laut Wilayah pesisir memiliki arti strategis karena merupakan wilayah peralihan antara ekosistem darat dan laut, serta memiliki potensi sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang sangat kaya. Namun, karakteristik laut tersebut belum sepenuhnya dipahami dan diintegrasikan secara terpadu. Kebijakan pemerintah yang sektoral dan bias daratan, akhirnya menjadikan laut sebagai kolam sampah raksasa. Dari sisi sosial-ekonomi, pemanfaatan kekayaan laut masih terbatas pada kelompok pengusaha besar dan pengusaha asing. Nelayan sebagai jumlah terbesar merupakan kelompok profesi paling miskin di Indonesia. Pencemaran Permasalahan lingkungan hidup telah menjadi suatu penyakit kronis yang dirasa sangat sulit untuk dipulihkan. Padahal permasalahan lingkungan hidup yang selama ini terjadi di Indonesia disebabkan paradigma pembangunan yang mementingkan pertumbuhan ekonomi dan mengabaikan faktor lingkungan yang dianggap sebagai penghambat. Posisi tersebut dapat menyebabkan terabaikannya pertimbangan-pertimbangan lingkungan hidup di dalam pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan. Akibatnya kualitas lingkungan makin hari semakin menurun, ditandai dengan terjadinya pencemaran dan perusakan lingkungan hidup di berbagai wilayah di Indonesia. Tambang Paradigma pertumbuhan ekonomi yang dianut oleh pemerintah Indonesia memandang segala kekayaan alam yang terkandung di bumi Indonesia sebagai modal untuk menambah pendapatan negara. Sayangnya, hal ini dilakukan secara eksploitatif dan dalam skala yang masif. Sampai saat ini, tidak kurang dari 30% wilayah daratan Indonesia sudah dialokasikan bagi operasi pertambangan, yang meliputi baik pertambangan mineral, batubara maupun pertambangan galian C.
Dan isu lain dapat di baca dalam http://www.walhi.or.id/
Berikut Beberapa TIPS Pemeliharaan Lingkungan, yang sebenarnya semua orang dapat ikut andil melakukanya :
1. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda. 2. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon. 3. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara). 4. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu). 5. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali. 6. Pembatasan Kendaraan bermotor ataw industri yg mmproduksi produk buangan yg merusak ozon/ yg disebut 'gas2 rmh kaca'..... 7. Membangun Rumah berwawasan lingkungan. Hal ini bisa kita lihat dari dua sudut pandang. Yakni dari sudut pandang material atau bahan yang digunakan dan dari rancang bangunnya. Dari sudut pandang material atau bahan yang dipakai, rumah ramah lingkungan sebisa mungkin menggunakan material yang tidak merusak lingkungan. “Seperti mengganti rangka kayu dengan rangka baja ringan pada atap rumah,”. Dengan mengurangi pemakaian kaya pada rangka atap, secara tidak langsung pemilik rumah sudah ikut mengurangi penebangan pohon. Sepintas peran itu kelihatan kecil dibandingkan luasnya hutan di Indonesia. Tetapi, bayangkan jika semua rumah menggunakan rangka baja ringan, pasti cukup banyak pohon yang bisa terselamatkan. 8. Rumah yang Tidak boros energi. Dari sudut pandang rancang bangun, rumah yang ramah lingkungan adalah rumah dengan disain yang meminimalisasi penggunaan energi. Saat ini banyak sekali rumah dengan disain boros energi. Ambil contoh rumah dengan model tertutup. Jika minim ventilasi, tentu si pemilik rumah butuh mesin pendingin udara atau air conditioner (AC) dan cahaya lampu. Akibatnya mudah ditebak. Penggunaan listrik menjadi sangat besar. Jadi, rumah yang ramah lingkungan adalah yang desainnya mampu mengurangi penggunaan listrik. “Misalnya rumah yang dirancang dengan jendela besar agar cahaya matahari bisa masuk dengan maksimal. Sehingga penggunaan lampu bisa dikurangi dan pemakaian listrik jadi irit”. Bukan hanya menerangi ruangan, jendela rumah yang besar akan membuat sirkulasi udara semakin lancar sehingga penghuni tak perlu lagi menggunakan AC. Atau setidaknya penggunaan AC untuk menyejukkan ruangan tidak terus menerus. 9. Mengurangi Limbah Rumah Tangga karena menurut penelitian bahwa limbah rumah tangga adalah faktor yang Dominan mencemari Kota disamping limbah Industri. Untuk itu, ia mengharapkan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian kalau sampah tersebut masih mempunyai nilai ekonomis, bisa disimpan untuk didaur ulang, seperti plastik dan kertas. 10. Mencegah Limbah medis misalnya bahan-bahan bekas operasi, jarum suntik dan obat-obatan serta bahan kimia lainnya. Limbah medis menjadi kendala, mengingat pihak rumah sakit membuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Padahal, , limbah medis tidak boleh dibuang ke TPA karena berbahaya, seharusnya limbah tersebut dibuang ke tempat khusus lalu dibakar. 11. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi). 12. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet). 13. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%). 14. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C). 15. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll). 16. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
Akhir kata : Selamat Hari Bumi (22 April) & " Selamatkan" Bumi dengan Tanganmu !
Catatan Pinggir :
What and When Is Earth Day?
By John McConnell, Founder of Earth Day
When I first conceived of Earth Day, a global holiday to celebrate the wonder of life on our planet, I thought long and hard about the day on which it should fall. It must be meaningful. One that might be accepted universally for all of humankind.When the Vernal Equinox dawned on me, I immediately knew it was right. The Earth tremor that shook our California dwelling at that moment seemed an omen of confirmation. What could be more appropriate than the first moment of Spring, when day and night are equal around the world and hearts and minds can join together with thoughts of harmony and Earth's rejuvenation. Just as a single prayer can be siginificant, how much more so when hundreds, thousands, millions of people throughout the world join in peaceful thoughts and prayers to nurture neighbor and nature.And so it came to pass we initiated the celebration of Earth Day on March 21, 1970.
The first Proclamation of Earth Day was by San Francisco, the City of Saint Francis, patron saint of ecology. Designating the First Day of Spring, March 21, 1970 to be Earth Day, this day of nature's equipoise was later sanctioned in a Proclamation signed by Secretary General U Thant at the United Nations where it is observed each year. Earth Day was firmly established for all time on a sound basis as an annual event to deepen reverence and care for life on our planet.While other dates have been called Earth Day it is obvious that a singular Earth Day is needed and that the original choice of nature's day is best.
More attention for this fact will increase the influence of Earth Day and its benefits.Every effort to encourage Earth care is to be commended. But just as more than one birthday each year for an individual would diminish the real birthday, calling other dates Earth Day detracts from the authentic day -- which can provide a more meaningful focus and obtain more unity in our diversity. The nature of the March equinox provides a reason for an event at the same time all over the world.Other events leading up to or following could be called Earth Festivals, or given other names. Then events can complement each other and increase awareness and care for our planet and its people. In the midst of this will be Earth Day, where the United Nations Peace Bell rings at the moment Spring begins and hearts and minds join all over the world.

Friday, April 11, 2008

Pemanasan Global di Depan Mata, What Can We Do ?

Tutur Penghantar
Bijak rasanya jika kita semua mau terlibat dalam Penanggulangan Pemanasan Global. Ini pekerjaan bersama, yang harus dilakukan secara bersinergi. Karena efek dari pemanasan Global akan berakibat kepada semua mahluk yang ada di bumi ini. Dan bukankah pemeliharaan Lingkungan Hidup yang sehat adalah bagian tanggung jawab hidup beriman. Berikut sebuah artikel dari One World yang sangat bermamfaat membuka wacana kita untuk aksi bersama. Semoga menjadi berkat.
Tahun 2040 : 2.000 pulau tenggelam
Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC) memublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 0,3o C. Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia. Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun. Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87o C per tahun. Tanda yang kasatmata adalah menghilangnya salju yang dulu menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia, yaitu Gunung Jayawijaya di Papua.
Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan. Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daera-daerah di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya. Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan permukaan laut bumi termasuk laut di seputar Indonesia‚ terus meningkat. Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang sekitar 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam.
Bukan hanya itu, jutaan orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai. Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR), menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas /inframerah) yang dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer). Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis lapisan lapisan teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari (termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek ini juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca tadi. Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin, gas alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di peternakan sapi. Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara itu, emisi gas CFC banyak timbul dari system kerja kulkas dan AC model lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca. Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim. Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah memasuki bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan, dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal.
Banyak orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih dari separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal 35% rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya udara Jakarta. Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya menjadi masalah warga Indonesia, melainkan juga warga dunia. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah menjadi permukiman atau hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara bersih. Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk anak-anak kita nanti.
Cara-cara praktis dan sederhana mendinginkan bumi :
1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.
12) Pembatasan Kendaraan bermotor ataw industri yg mmproduksi produk buangan yg merusak ozon/ yg disebut 'gas2 rmh kaca'.....